Aditia Purnomo



Dalam hidup, banyak pergulatan yang terjadi disekitar saya. Pertemuan antara faksi-faksi dalam hidup, menuntun saya menjadi diri yang sekarang. Namun diantara sedemikian banyak hal yang terjadi, kira-kira ada lima hal yang paling mempengaruhi hidup saya. Tentu kelima hal ini ada di lingkungan ekstern keluarga. Berikut kelima hal tersebut.



Tahun ini Propinsi Banten merayakan ulang tahunnya yang kesebelas dengan penuh sukacita. Tepat semomen sebelum perayaan, rakyat Banten dikejutkan oleh berita ditangkapnya Tb. Chaery Wardana yang tak lain dan tak bukan adalah adik kandung Gubernur Banten. Sontak, mahasiswa dan tokoh-tokoh Banten merayakan kejadian itu dengan melakukan “sujud syukur” di jalanan. Inilah kado ulang tahun Banten paling istimewa bagi mereka.

Euforia tak selesai sampai disitu, tepat pada HUT Banten, ribuan mahasiswa dari berbagai organisasi tumpah ruah di ibukota Banten, mereka menuntut Gubernur, Ratu Atut Chosiyah mundur dan diusutnya kasus korupsi di Banten. Inilah gerakan mahasiswa yang paling massif (yang pernah saya ikuti) selain gerakan “Revolusi Rakyat Banten” pada perayaan HUT Banten ke 10 dan gerakan menolak kenaikan BBM tahun 2012.

Komunis masih menjadi bahaya laten buat kekuasaan. Segala bentuk perlawanan terhadap kekuasaan akan diidentikan dengan komunis. Begitulah historiografi bangsa ini dibentuk oleh penguasa. Sejarah dibentuk berdasarkan kepentingan dan kebutuhan penguasa.

Demi melanggengkan kekuasaannya, penguasa Orba menanamkan nilai-nilai yang harus diadopsi oleh masyarakat tanpa ada pertanyaan. Semua harus diikuti, kalau tidak ikut, pasti disebut komunis. Kebenaran adalah nilai yang dikonstruk oleh penguasa sebagaimana manya penguasa.