Dulu sekali, ada
seorang anak muda yang punya daya kritis tinggi. Pada masa sekolah, anak
ini sempat dipaksa tinggal kelas lantaran mengkritik seorang guru mata
pelajaran sastra. Merasa tak senang dengan kritik muridnya, sang guru memberi
pilihan pada anak itu, meminta maaf padanya atau tidak naik kelas.
Anak muda ini kemudian memilih untuk pindah sekolah. Ia
merasa memiliki pemahaman yang cukup dalam mata pelajaran sang guru untuk
sekadar naik kelas. Kejadian ini kemudian ia tulis pada buku harian pribadinya,
yang kelak diterbitkan sebagai sebuah buku yang cukup fenomenal. Salah satu
kutipan yang paling dikenal dari buku itu adalah, “Guru yang tak tahan kritik
boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan dewa dan selalu benar, dan murid bukan
kerbau”. Nama anak itu adalah Soe Hok Gie.


