Aditia Purnomo

Selama ini, merokok selalu dikaitkan dengan segala macam penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian. Penyakit-penyakit seperti Kanker, Jantung, Paru-paru, dan sebagainya dikatakan selalu disebabkan oleh kebiasan merokok. Padahal, banyak dari masyarakat pengidap penyakit berbahaya itu berasal dari orang-orang yang tidak merokok.

Sebenarnya, setiap orang yang mengidap penyakit tersebut memiliki dampak resiko akibat pola konsumsi mereka. Gaya hidup tidak sehat seperti jarang berolahraga, makan-makanan yang penuh lemak jenuh dan kolesterol, serta pola konsumsi yang tidak berimbang memiliki faktor resiko sendiri dalam berbagai penyakit mengerikan tadi.
November nanti ibu saya akan berusia 50. Jelas 50 bukanlah umur sembarangan. Angka itu menunjukan kematangan, kedalaman. Selain ibu saya, tahun ini peristiwa pembantaian massal 65 pun menginjak usia 50 tahun. Usia yang menunjukan kedalaman rasa sakit yang dialami ribuan orang yang menjadi korban.

Ibu dan 65 sebenarnya seperti saudara jauh. Mereka lahir disaat yang hampir bersamaan. Ibu lahir dalam keadaan kacau setelah kakek saya ditangkap dan dijebloskan ke penjara di jepara. Semua terjadi akibat peristiwa 65.
Ahok marah-marah (lagi). Padahal, baru seminggu yang lalu dia ikutan lebaran dan saling memaafkan. Sekarang dia sudah kembali banyak bicara, ngomel-ngomel, dan tebar pesona. Jakarta benar-benar sudah kembali. Setelah ditinggal seminggu lebih mudik, sekarang Jakarta sudah kembali macet, sudah kembali panas lagi, dan sekarang Ahok sudah kembali marah-marah. Wow, enjoy Jakarta banget.

Di pembukaan Jakarta Book & Education Fair 2015, atau Jakbook, acara yang katanya pameran buku itu, Ahok marah karena harga buku (tulis) yang di jual di sana lebih mahal daripada yang dijual di pasaran. Pihak panitia, dalam sambutan resminya mengatakan bahwa harga jual buku dan perlengkapan sekolah di sana lebih murah dari harga jual di pasar. Tapi Ahok menemukan fakta sebaliknya. Murkalah dia.