Aditia Purnomo


Perdebatan soal tembakau di Indonesia antara orang-orang kesehatan dan perokok tidak pernah selesai. Semua diskusi berujung pada debat kusir, tanpa masing-masing pihak berupaya memahami paradigma lawan diskusinya. Akibatnya, hingga hari ini kebencian terhadap rokok tetap saja merajalela. Dan hak-hak perokok masih saja dikebiri.

Di Indonesia, kedua belah pihak selalu saja berperkara. Padahal, masing-masing pihak sebenarnya bisa saling bergandeng tangan, bekerja bersama demi membangun negeri ini. Tembakau bisa berkembang dan kesehatan tetap terjamin. Tak percaya, coba lihat negeri kecil bernama Kuba di Amerika sana.

Sejarah Indonesia adalah sejarah pemuda. Sejarah mencatat, gerakan-gerakan yang dilakukan mahasiswa menjadi salah satu kunci dari keberhasilan menjatuhkan rezim tiran. Tapi ingat, semua itu hanya sejarah.

Kini, gerakan mahasiswa harus menghadapi nasib bahwa perjuangan yang dilakukan mereka tidak banyak mendapat simpati publik. Segala aksi, baik demonstrasi maupun advokasi gagal menyentuh nurani masyarakat. Jangankan aksi soal hal-hal yang makro, advokasi warga yang jelas tertimpa masalah saja warganya nolak. Gimana nembak kekasih hati.

Situasi yang tak pasti adalah situasi yang tidak mengenakan. Dalam kondisi begini, melakukan sesuatu bawaannya serba salah. Meski memang tidak ada yang serba benar.

Dalam asmara, ada situasi tak pasti adalah kondisi terburuk dalam hubungan. Istilahnya hubungan menggantung. Kondisi ini biasanya tercipta karena rasa jenuh dalam berpacaran. Pacaran aja bisa jenuh, gimana yang lama menjomblo.