Pages

Quo Vadis NU


Oleh : Aditia Purnomo* 

Dalam sejarah perjalanan bangsa, perkembangan organisasi islam yang turut memberi sumbangsih pada perjuangan pra kemerdekaan bangkit diawal abad 20. Di jawa, perkembangan ini ditandai dengan lahirnya Sarekat Dagang Islam pada 1911 dan lebih dikenal dengan Sarekat Islam (SI). Berdirinya organisasi ini, selain karena situsi perdagangan dan situasi islam pada saat itu, juga karena pengaruh gerakan Pam Islamisme.
Selain karena urusan perdagangan, munculnya organisasi islam pada awal abad tersebut juga dipengaruhi faktor kolonialisme yang melahirkan penderitaan bagi masyarakat. Karena itu, muncul organisasi baru seperti Muhammadiyah yang bergerak di bidang kesehatan dan pendidikan yang saat itu begitu diperlukan oleh masyarakat.

Protap Polri dan Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat


Oleh: Aditia Purnomo*

Diterbitkannya Prosedur Tetap Polri tentang penanggulangan anarki tahun 2010 menimbulkan pertanyaan besar bagi kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum. Protap tersebut memberikan keleluasaan bagi polri untuk melakukan tindakan yang dianggap perlu untuk menjaga kestabilan dan keamanan negara. Namun disatu sisi, keberadaan protap tersebut juga menjadi ganjalan bagi masyarakat saat melakukan demonstrasi.

Budaya Maklum

Dalam sejarah perjalanan bangsa, mobilisasi massa menjadi salah satu senjata utama rakyat untuk melawan penindasan rezim. Hal ini dilakukan oleh berbagai elemen, baik kaum intelektual, buruh, tani, maupun rakyat miskin kota. Dan mobilisasi menjadi senjata efektif dalam menjatuhkan rezim tirani negara ini.


Dampak UU Pembebasan Lahan Bagi Masyarakat

Akhirnya Undang-undang Pengadaan Lahan telah disahkan. UU yang dibuat untuk mempermudah proses pembangunan nasional ini berdampak sistemik bagi masyarat. Hal tersebut dikarenakan masyarakat harus menerima penggusuran apabila pemerintah membutuhkan tanah untuk pembangunan.

Memaknai Pengorbanan Sondang


Beberapa waktu lalu, terjadi peristiwa yang cukup mencengangkan rakyat Indonesia. Tepat di depan Istana Presiden, terjadi sebuah aksi bakar diri yang dilakukan oleh seseorang yang kemudia dikenali sebagai Sondang Hutagalung. Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) ini kemudian meninggal akibat luka bakar yang mencapai ankga 90% akibat aksi nekatnya ini.