Aditia Purnomo

Tiga Pelajaran Penting dari Final Liga Champions

Leave a Comment
Luis Suarez akhirnya mengangkat tropi Liga Champions. Usahanya tak sia-sia. Dengan impian dan keinginan yang besar, ia memilih meninggalkan mantan untuk mendapatkan yang lebih baik. Berkat bola muntah hasil usaha Messi, ia sukses mengantarkan Barcelona menggondol piala Champions untuk kali ke-5 dan menyamai Liverpool.

Meski begitu, upaya Juventus juga patut diapresiasi. Walau kalah, menginjak partai pinal tentu jadi torehan keren Si Nyonya Tua. Apalagi di tengah kembang kempis tim-tim Italia lainnya.  Daripada Liverpool yang nggak mencapai apa-apa? Dan dari partai ini, kita bisa belajar beberapa hal penting, khususnya buat para jomblo.

Realistis

Saya tahu, sebagai Liverpudlian, mencintai Liverpool memang sebagian dari iman. Tapi dalam perkara kenyataan, saya tidak bisa idealis. Persis pertandingan dini hari tadi. Lihat saja, posisi berantakan, gagal total, dan tak bisa diharapkan. Barcelona sudah diprediksi juara, tapi masih saja ada yang berani menjagokan Juventus. Mbok ya kalau cinta jangan kebangetan.

Orang yang dukung Juventus padahal sadar kalau yang bakal menang adalah Barca itu kayak jomblo yang semangat pdkt padahal tahu bakal ditolak. Modal mereka itu cuma optimis. Dan nama Dewi Fortuna mungkin adalah nama yang paling banyak disebut oleh mereka selama berlangsungnya pertandingan. Bahkan di menit-menit akhir sekalipun. Nahas memang. Tapi, ya, mau bagaimana lagi.

Jangan Pertaruhkan Cinta

Cinta itu suci, jangan sampai dipertaruhkan. Coba contoh saya, meski mencintai Liverpool, tapi soal taruhan, saya jarang pegang Liverpool. Selain karena tahu bakal kalah, tidak berkah pula.

Nah di final semalam, banyak pendukung Juventus lupa kalau lawan mereka adalah Barcelona. Karena pasar taruhan memberi voor tinggi buat Juve, lantas mereka berani nahan vooran dan yakin bakal menang. Lain kali, boleh cinta Juventus, asal jangan dibawa taruhan aja. Karena nggak baik mempertaruhkan cinta.

Tetap Sayang Mantan

Mantan memang selalu membawa kenangan. Masa indah saat jalan bersama dan melihatnya semakin kerena bersama orang lain cuma bisa bikin iri.

Ya, Suarez tampil bagus malam ini. Satu gol yang menentukan kemenangan bukan hanya membuat fans Barca senang, tapi juga membuat pendukung Liverpool bersorak.

Mungkin perpisahan dengan Suarez adalah sebuah kesalahan, dan dampaknya telah dirasakan Liverpool. Tapi, sebagai pribadi penyayang mantan, saya tetap bahagia melihatnya tersenyum. Toh kalaupun masih sakit melihatnya bersama tim lain, minimal kita mendapat hikmah dari mantan.Ya, cinta memang tak harus memiliki. Meski tetap sakitnya tuh di sini. Huahaaha…

Selamat Minggu pagi, mari ngudud dan ngopi!
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar