Aditia Purnomo

Negara Memaksa Kita Beragama, Tapi Tak Membolehkan Kita Beribadah

73 comments

Pagi itu, saya tengah berada di Kalibata City untuk sebuah urusan, ketika saya mendapatkan kabar bahwa terjadi aksi massa yang mengatasnamakan seluruh masyarakat muslim komplek perumahan Keroncong Permai di Kota Tangerang. Massa, menuntut agar sebuah rumah peribadatan milik Huria Batak Kristen Protestan (HKBP) Keroncong Permai segera ditutup karena meresahkan masyarakat. Aksi ini, adalah buntut dari polemik yang sudah lama terjadi.

Perlu diketahui, bahwa rumah peribadatan yang dimaksud massa bukanlah gereja. Tempat ini hanyalah sebuah rumah yang dijadikan tempat peribadatan sementara karena proses pembangunan gereja milik jemaat HKBP Keroncong yang mandek pada perkara perizinan. Ya, soal taah dan anggaran mereka sudah punya, hanya perkara izin yang belum pernah mereka miliki.

Polemik ini saya ketahui dua tahun lalu, ketika seorang teman dan tetangga rumah saya, Jonathan Alfrendi menceritakan persoalan yang dialami jemaatnya kepada saya di kampus. Kebetulan, Jonathan dan saya memang kuliah di kampus yang sama, di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam ceritanya, persoalan pembangunan gereja ini sudah terjadi puluhan tahun. Saya agak lupa ceritanya, yang jelas mereka sudah memiliki sebidang tanah untuk pembangunan gereja, tapi izin dari masyarakat tak pernah mereka dapatkan. Sementara izin tak mereka dapatkan, tanah tersebut jsutru dialihfungsikan sebagai lapangan badminton oleh warga. Tentu tanpa izin dari pemilik tanah.

Sementara gereja tak bisa dibangun, ritual ibadah harus tetap berjalan. Kalau cuma ibadah harian mungkin jemaat HKBP Keroncong tak perlu ambil pusing. Mereka bisa menggilir rumah para jemaat untuk dijadikan tempat beribadah. Ya, kayak ibu-ibu pengajian yang rumahnya digilir setiap malam jum’at untuk mengaji bersama. Itu kalau ibadah harian ya.

Nah persoalannya, kalau lagi ibadah akbar saat Misa Natal, tidak mungkin mereka menggunakan rumah jemaat dengan luas ruangan yang tidak memadai. Akhirnya, jemaat HKBP Keroncong memutuskan untuk menggunakan Gedung Pertemuan agar ibadah tetap berjalan meski rumah ibadah tak ada. Tapi ya namanya jalan keluar sementara, masalah pun hanya selesai sementara.

Menggunakan gedung pertemuan boleh jadi membuat jemaat bisa beribadah dengan nyaman dan khusuyuk, tapi persoalan baru soal membengkaknya anggaran jelas tak bisa dianggap sepele. Dalam setahun, ada tiga ibadah raya yang dilaksanakan, yakni Paskah, Natal, dan Kenaikan Isa Almasih. Misalkan, gedung pertemuan tersebut memiliki tarif sebesar 20 juta untuk setiap ibadah raya, bisa dibayangkan berapa besar uang yang harus dikeluarkan jemaat.

Itu belum ditambah ibadah minggu, yang juga mesti dilaksanakan di gedung pertemuan.  Mungkin untuk ibadah minggu, dana yang dikeluarkan tak sebesar itu. Tapi kalau harus dikalikan 52 minggu dalam setahun, ya besar juga duit yang harus dikeluarkan.

Hal inilah yang kemudian membuat jemaat memutuskan untuk membuat satu rumah huni sebagai tempat peribadatan. Ilegal, tidak memenuhi izin, ya memang. Jika mengacu pada Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, izin untuk rumah hunian dan rumah ibadah jelas berbeda. Juga jika mengacu pada Surat Keputusan Bersama dua Menteri tahun 2006. Karena itu, menggunakan rumah hunian sebagai rumah ibadah adalah sebuah kesalahan.

Tapi, bukan hal itu yang perlu kita kedepankan. Persoalan paling mendasar dari masalah ini adalah bagaimana negara menjamin kebebasan warganya untuk beribadah. Mau menggunakan landasan hukum apapun, jika sudah bertentangan dengan Undang-undang Dasar, sebagai landasan konstitusi negara ini, harusnya hal-hal seperti itu menjadi tidak berlaku.

Lagipula, semua masalah tadi bermula dari ketidakmauan warga memberikan izin pada jemaat HKBP Keroncong untuk membangun gereja sebagai tempat ibadah mereka. Jika saja warga memberikan izin, tentu saja tidak bakal ada pelanggaran apalagi konflik yang terjadi pada masyarakat. lagipula, apa memiliki gereja sebagai tempat ibadah menjadikan mereka sebagai pengganggu ketertiban?

Jika masyarakat hanya bisa menolak tanpa mau berdialog, tentu persoalan ini tidak akan pernah selesai bahkan sampai kiamat datang. Percayalah. Atau mungkin, karena masyarakat islam mayoritas belum pernah merasakan bagaimana rasanya dilempari batu ketika sedang khusyuk beribadah di masjid. Lucunya, masyarakat begitu heboh ketika kolom agama di ktp hendak dihapus, tapi masih saja tidak membolehkan umat agama lain untuk beribadah.

Dalam persoalan ini, keberpihakan saya jelas pada soal kemanusiaan. Bagaimana negara, yang memaksa warganya untuk beragama tidak mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi mereka yang hendak beribadah. Mengutip kalimat Pram, “Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berfikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminal, biarpun dia sarjana.”

Memang, kejadian di Tangerang ini hanyalah sebuah permasalahan yang sangat kecil dari ratusan kasus pelanggaran kebebasan beragama yang terjadi di Indonesia. Bukan kejadian yang memakan korban seperti yang terjadi di Papua, Aceh, atau yang dialami jemaat Ahmadiyah. Tapi, jika masalah yang sangat kecil ini tidak bisa diselesaikan masyarakat dan aparat negara, bagaimana nasib kasus-kasus lain yang skalanya lebih besar?

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

73 komentar:

  1. Betul sekali bung Aditia Purnomo@ Keadaan seperti di Kroncong Timur ini sangat banyak di berbagai daerah di Indonesia. Beda dengan di kampung halaman saya dan disekitarnya, Sumut, Pendirian rumah ibadah mana pun tak pernah dipermasalahkan, mau mayoritas atau minoritas. Dasarnya adalah kasih dan persaudaraan dan sebangsa. Tapi lain lubuk lain ikannya, di kota tempat tinggal saya Depok, malah ada gereja yang sudah ber izin bisa dicabut oleh pemko nya. (tp syukur sudah pulih kembali). Tetapi IMB pada kebanyakan gereja belum punya, karena persyaratannya amatlah berat. Ada yang sudah 30 tahun pun tak keluar juga IMB nya. Sementara populasi penduduk yang beragama Nasrani semakin banyak seiring bertambahnya penduduk, sudah pasti membutuhkan pengembangan pembangunan gedung gereja. Dan ini dipastikan sulit jika SKB Menteri masih berlaku. Saya yakin ditempat saya warga nasrani tak pernah mengusik kegiatan keagamaan di sekitar kami, dapat hidup tenang berdampingan dengan siapa saja. Harapan saya, hiduplah penuh toleransi sebagai kita sebangsa dan sebagai umat Allah yang saling mengasihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nga ada yg agama nya nasrani itu bikin resah. Ada juga muslim indentik dngn kekerasan.

      Hapus
    2. Nga ada yg agama nya nasrani itu bikin resah. Ada juga muslim indentik dngn kekerasan.

      Hapus
    3. Nga ada yg agamanya nasrani itu bikin resah. Ada juga muslim identik dengan kekerasan...sebuah statement bernuansa SARA, tidak baik...saya orang Kristen dan saya tidak suka statement seperti ini, Tuhan Yesus saja mau di bunuh diam saja, percaya kepada penyelenggaraan BapaNya, Teladan kita adalah Kristus, memikul salib kita...apakah kita layak mengikuti Dia kalau kita tidak memikul salib kita?

      Hapus
  2. Suka sekali membaca tulisan ini.
    Kesadaran spiritual masyarakat kita sepertinya makin tipis saja. Padahal sudah jelas Islam pun mengajarkan toleransi antar umat beragama, untukmu agamamu dan untukku agamaku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untukmu agamamu dan untukku agamaku, terima kasih, itu tidak membuat jarak antara kita sebagai satu keluarga Indonesia, engkau saudara ku juga

      Hapus
  3. Masalahnya negara juga sudah terlalu lama atau malah membiarkan masyarakat hidup dalam tempurung kebencian terhadap orang yang beragama lain. Ini juga memperlihatkan betapa buruknya kualitas sebagian besar pemuka agama kita. Sebab tidak mampu meneladankan sikap yang benar terhadap sesama yang beragama lain.

    BalasHapus
  4. " seharusnya masing2 harus tau bahwa di negara kita ini kita adalah umat manusia yang punya hak untuk memiliki agama tanpa dpengaruhi/dpaksakan. Bukan umat beragama kita di indonesia ini. Untuk itu negara harus berani mengambil sikap yang benar menampung semua keluhan akan agama dan memutuskan tanpa ada yang merasa seolah olah ada pihak 1 di istimewakan.

    BalasHapus
  5. Karena provokator rasisme tak pernah di basmi/di buka pikirannya makanya jadilah turun temurun apalagi orang indonesia ini sangat mudah sekali terprovokasi yg mengatasnamakan "bela agama" tapi pri kemanusiaannya tidak ada.

    BalasHapus
  6. Karena provokator rasisme tak pernah di basmi/di buka pikirannya makanya jadilah turun temurun apalagi orang indonesia ini sangat mudah sekali terprovokasi yg mengatasnamakan "bela agama" tapi pri kemanusiaannya tidak ada.

    BalasHapus
  7. muslim yg baik tidak seperti itu..yg buat resah itu suara speker kencang kencang disetiap sudut dipagi menjelang subuh dan di malam hari ...tuhan tidak tuli berdoa dalam hatipun diterima asal tulus dan menjalankan kebaikan yg diperintahkan ..jika sifatnya hanya mengacaukan orang lain dgn dalih agama itu dosa yg sangat besar pada tuhan ....aku yakin muslim yg baik pasti mengerti itu

    BalasHapus
  8. Kalau boleh jujur, ketika sebuah gereja memerlukan izin dari warga sekitar apakah masjid perlu izin dari warga sekitar? Ketika pembangunan gereja memerlukan IMB dan hal2 yang berkaitan apakah semua masjid memiliki IMB? Ketika gereja di tentang ketika ada hal2 yang di nilai buat kegaduhan misal suara keras musik, apa masjid tidak juga menggunakan toa yang juga mengganggu nonmuslim yang sedang istirahat dll? Kita semua punya keyakinan berbeda, suku, jenis kelamin, kenapa orang suka mengkelompok kelompokan rasis tertentu? Apakah kita termasuk orang2 yang berakal? Hidup slaing toleransi dan mengamalkan nilai agama masing2 dan nilai2 pancasila. Salahnya paham radikalis berkembang pesat di negeri kita dengan berjamurnya kelompok2 berbasis ke agamaan namun isinya nuansa politik dan kekuasaan, bodohnya masyarakat mudah terpancing dan ikut arus kelompok tersebut dengan dalih keagamaan yang menyimpang

    BalasHapus
    Balasan
    1. KALO MASALAH IMB,, SAYA JAWAB. YA SEMUA BANGUNAN HARUS MEMILIKI IMB....MASJID PUN PERLU IMB......kalo menurut saya ini bukan masalah toleransi,.......tapi mungkin keimanan umat muslim didaerah tersebut begitu besar....dan mereka takut akan kemurkaan Allah swt. pabila memberikan ijin mendirikan gereja disitu.......

      Hapus
    2. @capten cribo, klo pemikiran anda begitu, bagaimana dengan di daerah sumatera utara tepat nya desa merek, yg notabane nya di huni nonmuslim, kenapa mesjid bisa berdiri dengan megah dan jemaat yg ibadah juga sangat sedikit..
      keimanan seseorang bukan di ukur dengan ada nya rumah ibadah lain di daerah kita..
      iman tanpa kelakuan baik sama dengan 0 besar
      begitu juga kelakuan baik tanpa iman..
      pahami saudara, ini indonesia, bukan negara yg berlandaskan agama, coba baca judul TS nya..
      Negara Memaksa Kita Beragama, Tapi Tak Membolehkan Kita Beribadah

      banyak mesjid, musholla, surau di indonesia berdiri tanpa IMB, gimana klo mesjid terjadi seperti gereja yg ada sekarang ini..

      buka pola pikir saudara lebih luas, agar melihat indah nya toleransi beragama..
      lihat mesir yg mayoritas muslim, mereka mampu saling menjaga ketertiban umat beragama..
      tks

      Hapus
  9. yang spt ini katanya islam???
    ngapusi, aku rapercoyo.....

    BalasHapus
  10. Semoga Indonesia baik-baik saja dan lebih baik ke depannya. Amin

    BalasHapus
  11. mengapa harus menghalangi orang beribadah sesuai dengan keyakinan masing - masing, apabila seseorang mau berpikir panjang .. cenderung berpikir refleksi .. Bagaimana seandainya menimpa diri kita yang kebetulan hanya minoritas .. lalu kita yang hanya minoritas, dihalang-halangi melakukan Ibadah didaerah yang mayoritas penganut agamanya bukan agama yang kita anut .. bagaimana rasanya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya bukan dilarang membuat rumah ibadah,tapi disesuikan apakah didaerah tersebut sudah harus didirikan rumah ibadah apa belum,kadang didaerah tersebut jemaatnya kurang tp udah bangun rumah ibadah dan jemaat dari luar daerah yg datang,

      Hapus
  12. Indonesia ini Bhinneka Tunggal Ika mas/,bak Bro.... Bila kalian semua memahami makna sesungguhnya dari kalimat ini, maka kalian tidak boleh memaksakan kehendak kalian. Kalah berargumentasi tidak harus menggunakan otot untuk mengambil kemenangan. Berpikir harus dilawan dengan berpikir, bukan otot dan arogansi berkedok agama. Nampaknya apa yang dilakukan seperti ini sudah disetujui oleh pemuka agamanya. Jadi yang perlu diberikan pengertian dari mulanya tentang makna keBhinneka Tunggal Ika-an adalah pemuka agamanya yang nampaknya salah dalam menerapkan ajaran agamanya.

    BalasHapus
  13. Pemuka agama harus nya memberikan ketenangan umatnya bukan malah menyebar kebencian dengan menganggap agama lain kafir dan harus diberantas termasuk gerejanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. g mn kejadian di poso mas glory,masjid dibakar,umat muslim dibantai,apakah pemuka agama nasrani tidak ikut-ikutan

      Hapus
    2. kenapa anda harus flash back cuma ingat yg di poso, banyak gereja di negara ini di bakar dan di bom..
      apa itu gak sama dengan pembantaian..
      harus nya sekarang setiap umat beragama belajar dari pengalaman agar mampu saling menjaga ketentraman beragama..

      Hapus
  14. Pemuka agama harus nya memberikan ketenangan umatnya bukan malah menyebar kebencian dengan menganggap agama lain kafir dan harus diberantas termasuk gerejanya

    BalasHapus
  15. Saya hanya tidak bisa membayangkan jika semua tempat ibadah (kristen, katolik, hindu, budha, islam dan konghucu) yang tidak memiliki ijin harus ditutup/dipaksa untuk ditutup dengan alasan tidak memiliki ijin serta alasan mengganggu ketertiban apalagi dengan menggunakan kekerasan, maka akan terjadi saling balas antar daerah Mayoritas masing2 Agama, yang artinya kebhinekaan akan segera luntur dan perpecahan bangsa tinggal menghitung waktu saja. Harapan saya pemerintah dan masyarakat yang mengaku beragama, tiindakannya jangan lebih parah dari yang tidak beragama, marilah kita menjaga persatuan dalam kebhinekaan kita untuk Indonesia yang lebih baik

    BalasHapus
  16. Negara masih belum mau menaungi umat untuk beribadah...krn SKB 3 menteri masih dipertahankan yg jelas2 memicu permasalahan didaerah2...tp sepertinya pemerintah tutup mata dan telinga. Mau brp korban lagi timbul hanya krn mau membuat tempat ibadah. Krn byk provokator2 yg mengatas namakan agama utk melakukan tindak kekerasan. Akan jd apa Indonesia kedepannya...

    BalasHapus
  17. Semoga kita semua waspada, jangan saling menghujat. Sesungguhnya kita semua orang baik2.

    BalasHapus
  18. Semoga kita semua waspada, jangan saling menghujat. Sesungguhnya kita semua orang baik2.

    BalasHapus
  19. KALO MASALAH IMB,, SAYA JAWAB. YA SEMUA BANGUNAN HARUS MEMILIKI IMB....MASJID PUN PERLU IMB......kalo menurut saya ini bukan masalah toleransi,.......tapi mungkin keimanan umat muslim didaerah tersebut begitu besar....dan mereka takut akan kemurkaan Allah swt. pabila memberikan ijin mendirikan gereja disitu.....dan apa bila Allah swt sudah murka, apapun bisa terjadi,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. APA iya Allah swt begitu gampang murka krn ada umatnya membantu sesama jadi bisa beribadah memuji asmaNya ?

      Hapus
    2. APA iya Allah swt begitu gampang murka krn ada umatnya membantu sesama jadi bisa beribadah memuji asmaNya ?

      Hapus
    3. banyak di daerah muslim gereja di bangun, dalam islam di ajarkan, agama mu agama mu, agama ku agama ku..

      di qatar anda tau klo qatar adalah negara muslim, disana bisa bangun gereja tanpa di persulit, kenapa indonesia negara dengan negara kesatuan tidak mampu untuk mendirikan rumah ibadah..

      dengan pendapat anda seperti itu, bakal rentan ada nya sifat saling balas, ingat bro, ini indonesia, bukan negara berlandaskan suatu keagamaan..

      Hapus
    4. Allah murka kenapa? Allah yg berfirman "bagiku agamaku, bagimu agamamu" tapi apakah Dia sendiri yg menggagalkan apa yg di firmankanNya? Apakah Allah gak konsisten? Konsisitensi adalah sifat utama Allah, jika tidak konsisten, maka bukan Allah, tapi sifat kebencian yg sudah pasti ditanamkan oleh iblis, karena iblislah penebar kebencian..

      Hapus
  20. Mas captem cribo, baca ayat dan suratnya yang
    Lengkap mas... banyak koq bagian yang menjelaskan kalau kita harus toleran dengan agama lain...

    BalasHapus
  21. 2 tahun ga diberikan IMB? FUCK!
    Coba cek masjid masing", punya IMB atau tidak?
    DI MEDAN TIDAK ADA SEPERTI INI, TOLERANSI DIJUNJUNG TINGGI
    DAN JANGAN SAMPAI ADA BEGINIAN DI MEDAN, KALAU TIDAK INDONESIA BISA PECAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. nice bro, saya orang medan juga, di medan lah toleransi beragama berada, setiap orang berhak menganut agama nya masing" dan beribadah menurut kepercayaan nya masing"..

      Hapus
    2. Masyarakat Medan, majemuk dg jumlah yg agak berimbang, lagipula org Medan memiliki tatan adat yg kuat dan mengikat, yg sono muslim, yg sini kresten, tapi antara mereka aga ikatan darah...gk mudah bermusuhan karena beda keyakinan,Lagipula cara berpikir org Medan dalm hal beragama, gk lebay-lebay amat seperti si aceh,

      Hapus
  22. 2 tahun ga diberikan IMB? FUCK!
    Coba cek masjid masing", punya IMB atau tidak?
    DI MEDAN TIDAK ADA SEPERTI INI, TOLERANSI DIJUNJUNG TINGGI
    DAN JANGAN SAMPAI ADA BEGINIAN DI MEDAN, KALAU TIDAK INDONESIA BISA PECAH

    BalasHapus
  23. Kalau saja 20 % berfikiran seperti Om Capten Kribo, maka hancur leburlah negara ini,,
    Tidak ada kedamaian tersisa.

    Keimanan antara pribadi dengan Tuhannya. Tanpa memaksakannya dengan pribadi lain. Justru jika Iman itu benar adanya,, pasti damai negara ini. Semoga yang maha Kuasa membukakan mata batin kita semua. Amin.

    BalasHapus
  24. Tangkap sj provokatornya.. Tidak mungkin rakyat demo atau main hakim sendiri kalau tidak ada yg provokasi.. Negara jg harus menanggapi masalah ini dengan serius agar tidak merembet kemana-mana.. Mohon tidak saling menyalahkan karena sebenarnya kita umat beragama sudah di adu domba..

    BalasHapus
  25. Buat yg KTISTEN: Jangan MUNAFIK Serta MEMBUTA Terhadap FAKTA !!!
    Di Daerah PAPUA, Ketika Di AREA Tersebut MUSLIMNYA Sudah RIBUAN, Samasekali TIDAK Diidzinkan MEMBANGUN Sebuah MASJID Dengan ALASAN Sederhana, MEREKA Menilainya: "PAPUA Adalah TANAH Orang KRISTEN" !!!
    Kemudian, FAKTA Berikutnya: GEREJA Dibangun JEMA'AT yg, Berkali - kali TERBUKTI, Mayoritasnya BERASAL Dari LUAR Area GEREJA yg Hendak DIBANGUN !!! Artinya: JEMA'AT yg Beribadah NANTINYA, Samasekali, MAYORITASNYA< Bukanlah WARGA di Daerah GEREJA Berlokasi !!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oyaaa??? Begitukahh?? Sb sy ty raul lemos 😁😁😃😄

      Hapus
  26. Mas farouq rosyid ridho,,, tw apa anda soal di papua...? Sy seorang yg domisili di papua, smua itu kmbali ke masyarakat, apakah kita dapat membawa angin yg positif bagi orang di sekeliling kita....? Krna inilah yg terlihat kerukunan dan kebebasan antar umat bergama disini sangat kami hargai. Jangan berandai andai dengan kabar angin,, cukup kita menyadari saja diri kita, apa kita masing2 adalah manusia yg modern, punya hati, dan berakal ato tdk...?

    BalasHapus
  27. Mas farouq rosyid ridho,,, tw apa anda soal di papua...? Sy seorang yg domisili di papua, smua itu kmbali ke masyarakat, apakah kita dapat membawa angin yg positif bagi orang di sekeliling kita....? Krna inilah yg terlihat kerukunan dan kebebasan antar umat bergama disini sangat kami hargai. Jangan berandai andai dengan kabar angin,, cukup kita menyadari saja diri kita, apa kita masing2 adalah manusia yg modern, punya hati, dan berakal ato tdk...?

    BalasHapus
  28. Pembangunan rumah ibadah emang harus ada aturannya ,dan itu telah diatur oleh undang-undang
    agar tidak terjadi hal-hal yg tidak diinginkan.pembangunan rumah ibadah disesuaikan dengan jemaatnya ,jangan jemaatnya sedikit tapi rumah ibadahnya banyak.

    BalasHapus
  29. Pancasila, bhinneka tunggal ika, bla bla bla all bull shit in this country, arround us just making more n more spectacular egoism

    BalasHapus
  30. Betapa bertambah buruknya moral generasi bangsa kita ini. Jika agama mengajarkan iman dan kebaikan terhadap sesama, mangapa tindakan yang tercermin seperti tindakan seorang yang tidak beragama? Jika agama kita baik, maka baiklah pula perilaku kita, sebaliknya jika agama hanyalah topeng dan status di selembar KTP, sesungguhnya kita hidup hanya seperti seonggok daging yang tidak berguna, hidup dalam kemunafikan!
    Semoga Tuhan mengampuni para perusuh dalam masyarakat, dan semoga segera bertobat! Tuhan memberkati.

    BalasHapus
  31. Betapa bertambah buruknya moral generasi bangsa kita ini. Jika agama mengajarkan iman dan kebaikan terhadap sesama, mangapa tindakan yang tercermin seperti tindakan seorang yang tidak beragama? Jika agama kita baik, maka baiklah pula perilaku kita, sebaliknya jika agama hanyalah topeng dan status di selembar KTP, sesungguhnya kita hidup hanya seperti seonggok daging yang tidak berguna, hidup dalam kemunafikan!
    Semoga Tuhan mengampuni para perusuh dalam masyarakat, dan semoga segera bertobat! Tuhan memberkati.

    BalasHapus
  32. Betapa bertambah buruknya moral generasi bangsa kita ini. Jika agama mengajarkan iman dan kebaikan terhadap sesama, mangapa tindakan yang tercermin seperti tindakan seorang yang tidak beragama? Jika agama kita baik, maka baiklah pula perilaku kita, sebaliknya jika agama hanyalah topeng dan status di selembar KTP, sesungguhnya kita hidup hanya seperti seonggok daging yang tidak berguna, hidup dalam kemunafikan!
    Semoga Tuhan mengampuni para perusuh dalam masyarakat, dan semoga segera bertobat! Tuhan memberkati.

    BalasHapus
  33. Hidup sudah susah masih aneh aneh saja orang orang ini , cari makan yang benar maka kamu nga akan ikut ikutan provokator kaya gini.

    Kasiannnnnnn !!!!domba domba yang tersesatt

    BalasHapus
  34. Ya udah berdoa dirumah sendiri2 ajalah.. berdoa di dalam hati pun Tuhan tau, dan sudi mendengar.. Terpujilah Tuhan!!

    BalasHapus
  35. @Capten Biro: IMB itu sangat penting, yang menjadi pertanyaan IMB pendirian rumah ibadah itu kenapa harus minta persetujuan dari warga sekitar? Rumah, hotel apa demikian ? misalanya ketika Anda mau bangun rumah harus izin untuk mendapatkan tanda tangan 70 KK ? Andaikan itu dipelosok apakah harus minta tanda tangan ??? Lebih smartlah. Menurut Saya kalau tujuan bangunan itu sangat mulia kenapa harus dipersulit perijinannya ? Apakah yang membuat aturan itu takut nanti agama lain akan lebih berkembang ? Saya yakin agama yang diakui di Indonesia tujuannya untuk kebaikan makanya diakui di Indonesia. lah kenapa dipersulit ? di beberapa instansi pemerintahan pembangunan Masjid dan Mushola dibiayai negara . Rumah ibadah agama lain mgkn tidak mendapat perlakuan, hal itu diterima agama lain,...Intinya saling menghargai dan tujuan pembangunan rumah ibadah itu sangat baik

    BalasHapus
  36. Setidaknya kita kan gak seperti itu sama mereka.. biarlah itu urusan mereka sama Tuhan-Nya, dan Urusanku sama Tuhan-Ku..

    Kebencian itu sudah tertanam kok buat mereka. . . Yah pantas aja.. bahkan anak²nya sendiri sudah benci apalagi bapaknya... paham² seperti itu sudah jadi junjungan tinggi.. yh kita mau bilang apa?? Toh sebenarnya duniawi ini.. Urusan masing² dengan Tuhan-Nya.

    BalasHapus
  37. Maaf sebelumnya ya bagi yg muslim. Kalo di ajarkan toleransi beragama kenapa hal itu terjadi??
    Di kampung saya kampung mayoritas kristen ada 2masdjid yg terbangun malahan 1 masdjin besebelahan dengan gereja dimana tempat saya biasanya beribadah tapi kami kristen biasa saja karna kami batak punya adat. Tamu yg datang harus dihargai
    Jadi kita indonesia jangan cuman ngomong binneka tunggal ika aja pelaksanaanya gak ada.
    Jujur saya sakit hati emosi kalau melihay kejadian kejadian seperti ini greja di bakar di tutul kristen dikucilkan padahal kita ini negara beragama bukan negara islam dan saya juga berpikir knp dikampung saya aman aman saja masdjid ya??

    BalasHapus
  38. kenapa ya setiap pembangunan Gereja pasti mentok di perijinan, mungkin saja di daerah sana Mushola taw Mesjid ga perlu ijin (dalam tanda kutip) kenapa pemprof sana ga berani chek
    keabsahan tempat ibadah mereka seperti IMB dll, saya yakin tidak semua Mushola taw Mesjid di daerah yang memiliki IMB taw perijinan lainnya.kalo mau fair seperti itu. setiap tempat ibadah taw bangunan yang akan di bangun harus memiliki ijin IMB dll.terima kasih Gbu all

    BalasHapus
  39. Gereja kami di daerah jakarta kudu bertahun2 baru bisa keluar imb dr pemerintah

    BalasHapus
  40. Saya sangat heran melihat sikap masyarakat bodoh itu, mereka itu apa tidak bisa membedakan antara tempat ibadah dan tempat maksiat atau perjudian...atau apalah itu namanya.
    Pastinya mereka dibutakan dengan keadaan saat ini....yang mungkin bisa dikatakan carut marut.

    Sudah sangat jelas bahwa tempat ibadah itu adalah tempat untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa...
    Kalau mereka melarang orang untuk beribadah apalagi membakarnya, itu artinya mereka akan menunggu waktu AZABnya Tuhan.....
    APA MEREKA BUTA !!! DITEMPAT MEREKA SENDIRI MASIH ADA TEMPAT MAKSIAT/PELACURAN DAN PERJUDIAN yang sengaja mereka TUTUP MATA demi kepentingan diri sendiri. Itu yang justru sangat dilarang AGAMA manapun.
    DIMANA KEADILAN ITU ???????

    Dan tentunya dari pihak pemerintah setempat tidak tegas mengaturnya bahkan bisa dikatakan secara tidak langsung pro dengan masyarakat bodoh itu....harusnya ambil tindakan sosialisasi agar didapatkan solusinya....bukan malah kesannya membiarkan karena alasan "KEINGINAN MASSA...."

    Menurut pemikiran bijak saya, marilah kita bergandeng tangan dan duduk bersama mencari solusi yang terbaik.....kalo memang warga setempat tidak menghendaki ada tempat ibadah ya carikan tempat yang khusus untuk beribadah....
    Tapi harus adil dan fear....kalo greja tidak boleh...ya masjid atau musholah pun juga tidak boleh....lalu ambil keputusan mencarikan lahan agar bisa beribadah tanpa menganggu sekitarnya.
    Itu baru bisa dikatakan "MASYARAKAT YANG PINTAR".

    Saya pribadi menghimbau buat kita semua......jadikanlah diri kita manusia yang BERMORAL dan BERAKHLAK BAIK , agar kita dapat menciptakan bangsa kita ini menjadi bangsa yang dikenal negara luar sebagai bangsa MAJEMUK yang CINTA DAMAI.

    Saya rasa demikian.

    BalasHapus
  41. UUD 45 DAN BHINEKA TUNGGAL IKA sdh rontok dgn lengsernya Pak harto,skr yg maju emosi ,arogan yg mengalakan akal budi pekerti. Sekarang semua Akunya yg maju mengalakan imannya.

    BalasHapus
  42. Semua agama itu baik, semua agama mengajarkan cinta kasih hanya cara beribadahnya saja yg berbeda. Tuhan itu cm ada 1 ,pencipta langit dan bumi beserta isinya termasuk kita. DIA lah sebaikbaiknya perencana, mari kita mengambil hikmah dari kejadian itu tanpa saling menyalahkan karna dlm toleransi antar umat beragama semua orang punya andil yg sama. Mari kita mendoakan bersama agar masalah2 seperti ini segera selesai dengan damai tanpa menyinggung atau merugikan pihak dari ke2 agama. Mulailah dari diri kita dan tularkan kepada orang lain bahwa damai itu indah...tq

    BalasHapus
    Balasan
    1. jikalau seseorang mengatakan:aku mengasihi Allah SWT...tetapi ia membenci saudaranya....orang itu adalah pendusta,sebab barang siapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya...tidak mungkin ia mengasihi Allah SWT yang tak dilihatnya.

      Hapus
    2. Saudara², Tuhan atau pun nabi datang ke bumi ini tidak membawa agama, Tuhan atau pun nabi hanya menyuruh kita memilih nabi pembawa syafaat(memberi keselamatan) atau nabi pembawa sholawat(meminta keselamatan). Terima kasih Tuhan memberkati.

      Hapus
  43. Sudah² buat orang kristen, jangan pernah takut terhadap serigala. Krn kita adalah domba yg hidup diantara serigala. Ikuti saja mau nya mereka apa? Nanti Tuhan yg mengetuk hati mereka, krn mereka tdk tau bahwa sesungguhnya Tuhan Yesus lebih besar dari nabi mereka muhammad SAW, kita pengikut nabi pembawa syafaat(memberi keselamatan) sedangkan mereka sholawat (meminta keselamatan) maka nya didalam diri mereka selalu ada yg nama nya Roh IRI HATI.

    BalasHapus
  44. Jangan hanya melihat di satu daerah, coba lihat di daerah lain di mana mayoritas masyarakatnya non muslim, apakah orang muslim juga dengan mudah mendirikan tempat ibadah....? Mohon maaf jangan hanya menyalahkan umat muslim. Banyak sekali daerah-daerah lain sulit memberikan izin untuk mendirikan tempat ibadah ummat muslim

    BalasHapus
  45. Coba lihat kedalam hati kita masing2 sudah adil kah kita ,punyahati harus dipakai bukan cuma buat pajangan saja nurani untuk berbuat kebajikan , memaksakan kehendak kita kepad oranglain dan mempersulit orang lain pasti akan membawa karma buruk,saya bukan kristen maupun islam tp saya mengerti kalau hidup ini bukan sepenuhnya milik sendiri tp milik masyarakat juga karena kita hidup dimasyarakat kalau ada yg tidak sesuai cari jalan keluarnya bukan malah dijadikan alasan untuk berbuat ketidak adilan , setahu saya akarnya masih satu juga nasrani dan Islam tp mengapa sesama saudara saling gontok2an sepertinya TUHAN pasti kecewa melihat anak2Nya saling bermusuhan memperebutkan sebidang tanah yg namanya Keyakinan,padahal masing2 sudah punya sendiri tp masih blum puas juga

    BalasHapus
  46. Yang berperan penting didalam kerukunan beragama adalah tokoh agama klw saja tokoh agama mengajarkn kasih mgkn tidak ada peperangan yang mengatasnamakan agama.

    BalasHapus
  47. Hiduplah sesuai dengan Firman-FirmanNya. God Bless..!

    BalasHapus
  48. Hukum karma akan segera tiba. Jadi tenang saja, musuh mereka akan lebih banyak. Tidak sekedar Kristen aja... :)

    http://www.satwika.org/blog/2015/10/17/umat-islam-purwakarta-ketakutan-agama-hindu-semakin-berjaya/
    http://lbhbuddhis.com/surat-pd-majelis-buddhayana-indonesia-kabupaten-wonosobo/

    BalasHapus
  49. Saya orang yg beragama Islam. tapi perlu kita pahami "sikontol" (situas,i kondisi dan, toleransi) bahwasanya kita berada pada wilayah Indonesia yg dasar negaranya berlandaskan pancalsila, bukan Al-Qur'an bukan Holly Bible atau teman-teman lainnya. Indonesia kita ini negara hukum bukan negara beragam. Kita sebagai manusia ciptaan Tuhan (Allah) yg paling baik/terbaik tetap harus berpikir dinamis, kita harus tetap berubah sesuai dengan jaman yg ada.
    Persoalan kaum diatas sebenarnya kurang tepat kalau menurut saya. Saya tidak berpihak pada Islam pada Kristen, Hindhu, Buddha, Kong Hu Chu atau manapun. Nabi Muhammad S.A.W pun tidak pernah memaksa umat lain u/ memeluk agama Islam. BIarkan mereka menjalani hidup yg mereka pilih, hargai perbedaan yg ada pada kita, lingkungan kita. Bagaimana kita bisa mengerti putih kalau tidak ada hitam, bagaimana kita mengerti itu bahagia kalau tidak ada kesedihan, bagaimana kita mengerti itu bersih kalau tidak ada kotor?? Lihatlah, bagaimana semua yg ada di dunia ini saling melengkapi. Pikirkanlah, keseimbangan dunia, kesetaraan, kemanusiaan, kedamaian dll

    BalasHapus
  50. Sebenarnya manusia yang demikian adalah manusia yang tidak punya iman dan percaya kepada penciptanya, kenapa?
    Jawabnya sederhana saja dengan kekuatan apa manusia dapat membantu penciptanya, pada dasarnya manusia tidak punya apa apa dihadapan penciptanya, jadi kenapa manusia menghalangi manusia yang lain untuk berdoa dan beribadah kepada pencipta manusia...karena pencipta manusia dan semesta ini hanya ada SATU, menghalangi manusia berdoa dan beribadah kepada pencipta merupakan dosa yang besar di hadapan pencipta.
    Sudah garisnya manusia punya cara berbeda dalam menyembah penciptaNya, itu menjadi ujian manusia menuju keabadian, surga, nirvana dan apalah tempat terakhir jiwa kembali pada penciptanya.

    BalasHapus
  51. Jangan memulai sesuatu yg membuat hati kmi panas untuk kami warga kalimantan bisa boleh kejam lg kedapa warga pendatang disini...ingatitu.!!!!

    BalasHapus
  52. Jangan memulai sesuatu yg membuat hati kmi panas untuk kami warga kalimantan bisa boleh kejam lg kedapa warga pendatang disini...ingatitu.!!!!

    BalasHapus